Setiap Kamis dan Sabtu, selewat tengah hari, para penggemar burung berdatangan ke Pasar Peksi Banyuputih, Jl Imam Bonjol, Sidorejo, Kota Salatiga, sambil membawa burung-burung kesayangan mereka. Panitia pun segera menyambut mereka dengan formulir pendaftaran.
Secara rutin, setiap Kamis dan Sabtu digelar latihan bersama di gantangan tengah pasar. Pesertanya menurut Gondrong yang mengoordinasikan acara, biasanya dari berbagai sudut Kota Salatiga serta wilayah sekitar. Namun pada Sabtu tertentu, digelar lomba prestasi burung yang diikuti peserta dari wilayah yang lebih luas.
Adanya pertemuan rutin semacam itu diyakini pecinta burung berkicau bakal menambah pengalaman dan wawasan bagi para anggota untuk dapat berinteraksi secara langsung. Sedangkan bagi burung kesayangan mereka, ajang semacam itu bakal melatih mental sehingga burung lebih percaya diri untuk tampil unjuk kebolehan.
Kicau Mania, menyarankan para penggemar burung berkicau untuk tidak memaksakan aves kesayangan mereka yang belum siap secara fisik dan mental untuk mengikuti kontes. Kondisi burung yang tidak siap, tetapi tetap dikonteskan akan memberikan dampak buruk yang akan berlangsung dalam jangka waktu lama.
Fisik dan mental burung perlu dilatih dalam berbagai lingkunagn dan disiapakn untuk berani menghadapi burung sejenis di arena. Memindahkan lokasi sangkar diyakini mampu membuat burung lebih berani menghadapi bebagai mecam lingkungan. Semakin sering sangkar dipindahkan, sesering itu burung menjalani latihan mental.
Mula-mula, pelatihan semacam itu tidak perlu dilakukan di luar rumah, cukup di dalam ruangan . Namun apabila burung sudah cukup trengginas di tempat yang berbeda dalam ruangan, maka dia mulai dapat dibawa ke tempat yang lebih ramai, bisa di depan ruamh, di toko, atau bahkan ke pasar burung.
Tahap pelatihan mental selanjutnya bisa lebih diarahkan pada kondisi fisik, misalnya dipertemukan dengan burung sejenis dalam latihan bersama. Hal ini dimaksudkan agar burung berani berkicau jika dibawa ke kontes.